Bosan dengan Tempat Liburan? Kampung Wisata Rotan Galmantro Solusinya!


Liburan mau kemana? Bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja? Di Kabupaten Cirebon kini ada destinasi wisata yang unik, menarik, dan dapat menambah wawasan. Cobalah melakukan wisata dan kunjungan ke Kampung Rotan Tegalwangi, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Dengan melakukan wisata ditempat tersebut, traveler akan mendapatkan pengalaman menarik tentang produksi meubel rotan. Di tempat ini, wisatawan yang datang, bisa melihat langsung proses pembuatan berbagai kerajinan dari hasil rotan, mulai dari bahan baku hingga jadi. Wisata ini digadang-gadang akan menjadi bagian dari andalan wisata Kabupaten Cirebon yang termasuk dalam kategori Pesona Cirebon.

Untuk menata lebih baik produksi dan distribusi rotan tersebut, sekarang di Desa Tegalwangi memiliki yayasan yang mengurusi hal tersebut, yaitu Yayasan Kampung Wisata Rotan Galmantro yang bekerja sama dengan BUMDes Galmantro. Menurut H. Sumarca, sebagai salah satu pengurus yayasan, nama Galmantro diambil dari nama awal desa tersebut yang sudah pernah diposting pada artikel sebelumnya. Menurutnya, sebelum berubah menjadi Tegalwangi, desa tersebut terlebih dahulu bernama Galmantro. Dalam sebuah riwayat juga diceritakan, bahwa leluhur pernah mengisyaratkan, bahwa Galmantro akan kembali bersinar. Sehingga inilah yang menjadikan dasar penamaan Kampung Wisata Rotan Galmantro.



Jumlah penduduk Desa Tegalwangi sekitar 10ribu jiwa, 90 persen diantaranya bermata pencaharian sebagai pengrajin rotan. Saat industri rotan masih berkembang pesat, kampung ini berhasil mengekspor 3000 kontainer kerajinan rotan ke luar negeri dalam setiap bulannya. Namun dengan adanya krisis ekonomi dan banyaknya bahan baku yang dijual langsung ke Luar negeri, membuat industri tersebut sempat mengalami permasalahan serius. Saat ini, industri rotan di Desa Tegalwangi kembali bergeliat, walaupun kemampuan mengekspor hasil rotan perbulannya tidak sebanyak dulu, namun pasar didalam negeri mengalami peningkatan cukup pesat. Dengan adanya Wisata Rotan di Cirebon ini, diharapkan wisatawan yang piknik ke desa tersebut, ikut meningkatkan perekonomian masyarakat disana.



H. Sumarca menceritakan, bahwa ada beberapa proses yang dilewati untuk bisa menghasilkan sebuah kerajinan rotan. Proses tersebut, biasanya dilakukan oleh orang atau kelompok yang berbeda. Sehingga, dalam satu produk rotan, bisa sampai dikerjakan oleh Sembilan orang atau sembilan kelompok. Misalkan, satu kelompok membuat kerangka, satu kelompok membuat anyaman dan satu kelompok membuat ornamentnya. Dengan banyaknya proses yang harus dikerjakan, membuat kebutuhan pekerjapun sangat banyak. Hal itulah yang akhirnya menjadikan mayoritas warga Desa Tegalwangi bekerja sebagai pengrajin rotan.


No comments